TUGAS 5 SISTEM PAKAR LUVI PLASETYA
1. Sistem inferensi fuzzy metode Takagi-Sugeno-Kang (TSK)
Fuzzy metode sugeno merupakan metode
inferensi fuzzy untuk aturan yang direpresentasikan dalam bentuk IF-THEN,
dimana output (konsekuen) sistem tidak berupa himpunan fuzzy, melainkan berupa
konstanta atau persamaan linear (kusumadewi, 2002:98). Metode ini diperkenalkan
oleh Takagi-Sugeno Kang pada tahun 1985. Model sugeno menggunakan fungsi
keanggotaan singleton yaitu fungsi
keanggotaan yang memiliki derajat keanggotaan 1 pada suatu nilai crisp tunggal dan 0 pada suatu nilai
yang lain.
Metode Takagi-Sugeno-Kang (TSK) merupakan metode inferensi fuzzy untuk aturan
yang direpresentasikan dalam bentuk IF – THEN, dimana output atau konsekuen
sistem tidak berupa himpunan fuzzy, melainkan berupa konstanta atau persamaan
linear. Metode ini diperkenalkan oleh Takagi-Sugeno Kang pada tahun 1985.
(Mariyansari, et al, 2009) Penalaran dengan metode Sugeno hampir sama dengan
penalaran Mamdani, hanya saja output atau konsekuensi sistem tidak berupa
himpunan fuzzy, melainkan berupa konstanta atau persamaan linear (Kusumadewi,
et al, 2010). Metode ini diperkenalkan oleh Takagi Sugeno Kang pada tahun 1985.
Sehingga metode ini sering juga dikenal dengan nama TSK. Aturan fuzzy pada
model Sugeno biasanya diwujudkan dalam susunan : JIKA x adalah A dan y adalah B
maka z = f(x,y)
yang mana A dan B adalah
himpunan fuzzy pada anteseden, dan z = f(x,y) merupakan fungsi crisp pada
konsekuen. f(x,y) polinomial pada variabel masukkan x dan y, tetapi dapat
berupa fungi. Jika f(x,y) polinomial orde 1 maka hasil dari sistem inferensi
fuzzy disebut model fuzzy Sugeno orde 1. Ketika f merupakan konstanta maka
sistem inferensi disebut model Sugeno orde 0.
Ilustrasi sistem fuzzy model sugeno dapat dilihat pada gambar
| Gambar Deffuzifikasi Metode Sugeno |
Model Sugeno menggunakan fungsi keanggotaan Singleton yaitu fungsi keanggotaan yang memiliki derajat keanggotaan 1 pada suatu nilai crisp tunggal dan 0 pada nilai crisp yang lain. Model Sugeno terdiri dari dua Orde, yaitu ;
a. Model
fuzzy Sugeno Orde-Nol Secara umum bentuk model fuzzy Sugeno Orde Nol adalah: IF (x1 is A1) o (x2 is A2) o ... o (xN is AN) THEN z = k Dengan Ai adalah himpunan fuzzy ke-i sebagai anteseden
dan k adalah suatu konstanta sebagai konsekuen.
b. Model
fuzzy Sugeno Orde-Satu Secara umum bentuk model fuzzy Sugeno Orde-Satuadalah : IF (x1 is A1) o (x2 is A2) o ... o (xN is
AN) THEN z = p1*x1+ p2*x2+ … +pN *xN+
q Dengan
Ai adalah himpunan fuzzy ke-i sebagai anteseden dan pi adalah suatu konstanta
ke i dan q juga merupakan konstanta dalam konsekuen.
2. Model Fuzzy Tsukamoto
Metode
fuzzy Tsukamoto merupakan perluasan dari penalaran monoton. Pada metode
Tsukamoto, setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk IF-THEN harus
direpresentasikan dalam suatu himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan monoton
(Kusumadewi, et al, 2010). Nilai hasil pada konsekuen setiap aturan fuzzy
berupa nilai crisp yang diperoleh berdasarkan fire strength pada antiseden-nya.
Keluaran sistem dihasilkan dari konsep rata-rata terbobot dari keluaran setiap
aturan fuzzy. Ilustrasi sistem fuzzy metode Tsukamoto dapat dilihat pada gambar
| Gambar Deffuzifikasi Metode Tsukamoto |
Variabel x terbagi atas 2 himpunan A1
dan A2, variabel y terbagi atas 2 himpunan B1 dan B2, dan variabel keluaran y
terbagi atas 2 himpunan C1 dan C2.
Jika terdapat 2 aturan fuzzy :
JIKA x adalah
A1 dan y adalah B1 MAKA z adalah C1
JIKA x adalah A2 dan y adalah B2 MAKA z
adalah C2
α-predikat untuk
aturan pertama adalah w1 dan α-predikat untuk aturan ke dua adalah w2. Dengan
penalaran monoton di dapat keluaran aturan pertama adalah z1 dan z2 sebagai
keluaran untuk aturan kedua. Dan untuk mendapatkan keluaran akhir digunakan
konsep rata-rata berbobot dengan persamaan berikut.
Dan seterusnya sampai Aturan18. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel
CONTOH STUDI KASUS
1. Metode Tsukamoto
Contoh kasus perhitungan beasiswa menggunakan metode Fuzzy
Tsukamoto apabila akan melakukan penentuan beasiswa terhadap seorang mahasiswa
di salah satu Universitas dengan data input:
a. Penghasilan
orangtua/bulan : Rp. 3.000.000,00
b. Tanggungan
orangtua/bulan : Rp. 2.000.000,00
c. IPK
Mahasiswa :
3,2
Langkah 1:
Menentukan
variabel yang terkait dalam proses yang akan ditentukan dan fungsi fuzzifikasi
yang sesuai.
Pada
kasus ini,ada 4 variabel yang akan dimodelkan, yaitu:
1. Penghasilan
Orangtua (x), terdiri atas 3 nilai linguistik, yaitu Rendah, Sedang, dan
Tinggi.
Diketahui :
Penghasilan terendah
adalah Rp. 2.000.000,00/bulan
Penghasilan tertinggi
adalah Rp. 8.000.000,00/bulan
Penghasilan
permasalahan adalah Rp. 3.000.000,00/bulan
Maka fungsi
keanggotaan dirumuskan sebagai berikut:
2. Tanggungan
Orangtua (x), terdiri atas 3 nilai linguistik, yaitu Rendah, Sedang, dan Tinggi
Diketahui:
Tanggungan terendah
adalah Rp. 2.000.000,00/bulan
Tanggungan tertinggi
adalah Rp. 8.000.000,00/bulan
Tanggungan
permasalahan adalah Rp. 2.000.000,00/bulan
Maka fungsi
keanggotaan dirumuskan sebagai berikut:
3. IPK
(x), terdiri atas 2 nilai linguistik yaitu Rendah dan Tinggi.
Diketahui:
IPK terendah adalah
2.75
IPK tertinggi adalah 4
IPK permasalahan
adalah 3.2
Maka fungsi
keanggotaan dirumuskan sebagai berikut:
4. Beasiswa
(x), terdiri atas 3 nilai linguistik, yaitu beasiswa Sedikit, beasiswa Sedang,
dan beasiswa Banyak.
Diketahui:
Beasiswa sedikit
adalah Rp. 300.000,00
Beasiswa terbanyak
adalah Rp. 1.000.000,00
Beasiswa permasalahan
?
Maka fungsi
keanggotaan dirumuskan sebagai berikut:
Dan seterusnya sampai Aturan18. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel
Comments
Post a Comment